Jika engkau benar-benar cinta.
Pasti aku jadi bagian dari prioritas hidupmu.
nyatanya? aku hanya selingan dari keseibukan mu.
Berbicara pun tak pernah
Video call pun tak pernah
Selalu saja aku yang ingin berbicara, ada apa dengan hati mu yang ingin mendengar ku?
Sebosan itukah dirimu dengan keadaan ku?
yang belum bisa membuat mu bangga memiliki ku.
Aku sudah menguatkan diri, untuk tidak terlalu berharap padamu.
Ketika aku berbicara juga tidak ada guna nya.
Hanya ambisi dan kerasa kepala mu saja yang kurasa
Mungkin aku takut kehilangan mu, tapi sekarang aku mulai belajar untuk tidak memiliki mu.
Karena jari bisa berkata sayang, tapi tidak dengan hati yang tidak lagi merasa.
Aku sudah lupa bagaimana rasanya di sayang.
Sehingga aku juga terbiasa dengan waktu.
Bertahan? aku sudah bertahan, walau tidak lama.
Karena bagiku, aku seperti sudah tidak dihargai.
Seperti sudah tidak ada arti.
0 komentar:
Posting Komentar